Nilai tersimpan berdasarkan struktur akademik sekolah.
Daftar Nilai
Fitur Daftar Nilai membantu sekolah mencatat, memantau, dan merekap nilai siswa secara digital dalam satu sistem terpusat. Guru dapat memasukkan nilai berdasarkan tahun ajaran, kelas, mata pelajaran, kategori penilaian, dan tanggal penilaian.
Setiap nilai dapat dilengkapi umpan balik dan lampiran, sehingga hasil belajar siswa tidak berhenti sebagai angka, tetapi punya konteks yang mudah dipahami guru, siswa, dan wali.
Kategori penilaian dapat memakai persentase bobot.
Nilai bisa disertai catatan, umpan balik, dan lampiran.
Rekap siap diunduh untuk administrasi dan evaluasi.
Penilaian lebih rapi, transparan, dan mudah dipantau.
Daftar Nilai memindahkan proses penilaian dari file terpisah dan catatan manual ke sistem yang terstruktur. Sekolah punya arsip yang jelas, guru lebih cepat melakukan input, dan wali bisa memantau perkembangan anak secara mandiri.
Semua data nilai tersimpan rapi berdasarkan sekolah, tahun ajaran, kelas, mata pelajaran, kategori, judul penilaian, dan tanggal.
Guru dapat menginput nilai satu kelas dalam satu halaman setelah memilih konteks akademik yang sesuai.
Sekolah dapat memakai kategori penilaian berbobot seperti tugas, praktik, proyek, ulangan harian, UTS, dan UAS.
Setiap nilai dapat dilengkapi umpan balik dan lampiran agar angka nilai memiliki konteks pembelajaran yang jelas.
Nilai per siswa menampilkan riwayat penilaian lengkap, termasuk kategori, pembuat data, tanggal, catatan, dan lampiran.
Siswa dan wali dapat melihat nilai yang relevan secara mandiri sesuai hak akses akun masing-masing.
Rekap nilai dapat dihitung otomatis dan diekspor ke Excel untuk arsip, rapat evaluasi, atau pengolahan lanjutan.
Dari kategori penilaian sampai nilai akhir.
Alurnya mengikuti pekerjaan guru sehari-hari: sekolah menyiapkan struktur kategori, guru memasukkan nilai per kelas, lalu sistem menyusun rekap yang mudah dibaca dan diekspor.
Atur kategori penilaian
Admin sekolah atau operator membuat kategori seperti Tugas, Praktik, Proyek, UTS, dan UAS, lalu menentukan bobot persentase masing-masing.
Pilih konteks akademik
Guru memilih sekolah, tahun ajaran, kelas, mata pelajaran, kategori penilaian, judul penilaian, dan tanggal penilaian.
Input nilai satu kelas
Daftar siswa tampil otomatis sehingga guru dapat mengisi nilai, menambahkan umpan balik, dan melampirkan dokumen pendukung.
Pantau nilai per siswa
Nilai yang tersimpan dapat dilihat guru, admin, siswa, dan wali sesuai batasan role dan cakupan data masing-masing.
Buat rekap akhir
Sistem menghitung rata-rata setiap kategori, mengalikan bobotnya, lalu menampilkan nilai akhir yang siap diekspor ke Excel.
Nilai lengkap dengan bobot, catatan, lampiran, dan filter.
Setiap penilaian membawa konteks lengkap sehingga data mudah dicari kembali. Guru dapat fokus pada evaluasi belajar, sementara sekolah tetap mendapatkan data yang tertib untuk administrasi akademik.
Perkembangan belajar terlihat lebih utuh.
Sekolah dapat membuka riwayat nilai seorang siswa secara detail, lalu membaca ringkasan rata-rata per kategori beserta perhitungan berbobotnya. Guru, siswa, dan wali mendapatkan konteks yang sama tentang perkembangan akademik.
Riwayat lengkap
Judul penilaian, mata pelajaran, kategori, nilai, tanggal, pembuat data, umpan balik, dan lampiran tampil dalam satu tampilan.
Rata-rata kategori
Sistem membantu membaca capaian siswa per kategori sehingga guru tidak hanya melihat nilai satuan.
Perhitungan berbobot
Bobot kategori digunakan untuk menyusun gambaran nilai akhir yang lebih terstruktur dan mudah dijelaskan.
Bobot penilaian dihitung agar laporan lebih siap pakai.
Pada menu rekap, sistem membaca seluruh nilai berdasarkan filter sekolah, tahun ajaran, kelas, dan mata pelajaran. Rata-rata tiap kategori dihitung, lalu dikalikan dengan bobot kategori untuk menghasilkan nilai akhir.
Rata-rata tugas harian dan proyek kecil.
Nilai tengah semester sesuai kategori sekolah.
Komponen akhir untuk nilai semester.
Satu kelas bisa dibaca dalam satu rekap yang siap dibagikan.
Untuk kebutuhan administrasi, sekolah dapat melihat nilai seluruh siswa pada satu kelas dan satu mata pelajaran. Kolom kategori mengikuti bobot yang sudah diatur, lalu rekap dapat diekspor ke Excel.
Kolom dinamis
Kolom rekap mengikuti kategori penilaian yang diatur sekolah, seperti tugas, praktik, proyek, ulangan, atau ujian.
Satu kelas satu mapel
Sekolah dapat melihat nilai seluruh siswa dalam satu kelas untuk satu mata pelajaran tanpa membuka data satu per satu.
Ekspor Excel
Rekap dapat diunduh untuk laporan, arsip sekolah, rapat evaluasi, atau pengolahan lanjutan.
Angka nilai punya cerita yang bisa ditelusuri.
Guru dapat menambahkan catatan atau lampiran pendukung seperti bukti tugas, rubrik, gambar, atau PDF. Ini membantu siswa dan wali memahami bagian mana yang sudah baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Umpan balik guru
Catatan singkat membantu siswa memahami alasan nilai dan arah perbaikan belajar.
Lampiran pendukung
Dokumen, gambar, atau PDF dapat menjadi bukti tugas, rubrik, atau konteks penilaian.
Tanggal penilaian
Setiap penilaian membawa tanggal agar riwayat evaluasi belajar mudah dilihat kembali.
Filter cepat
Sekolah dapat menelusuri nilai berdasarkan siswa, kelas, mata pelajaran, dan tahun ajaran.
Akses nilai mengikuti kewenangan masing-masing role.
Admin / Operator
Mengelola daftar nilai di sekolah sesuai hak aksesnya, termasuk tambah, ubah, hapus, kategori bobot, nilai per siswa, rekap kelas, dan ekspor Excel.
Guru
Membuat penilaian, memilih kelas dan mata pelajaran, menginput nilai siswa, memberi umpan balik, menambahkan lampiran, serta melihat rekap. Pengubahan dan penghapusan diarahkan pada data yang dibuat olehnya sendiri.
Siswa
Melihat nilai miliknya sendiri lengkap dengan judul penilaian, mata pelajaran, kategori, nilai, umpan balik guru, lampiran, dan tanggal penilaian.
Wali
Melihat nilai anaknya beserta detail penilaian, umpan balik, dan lampiran agar perkembangan akademik lebih mudah diikuti dari rumah.
Pengelolaan nilai menjadi lebih cepat, informatif, dan akuntabel.
Guru lebih mudah menginput dan mengevaluasi nilai, sekolah lebih mudah membuat rekap, sementara siswa dan wali dapat memantau perkembangan belajar secara mandiri.